Mulailah perjalanan mu sekarang, banyak tempat menarik yang harus di kunjungi. Dapatkan info, tips dan ceritanya disini

Showing posts with label Edukasi-Budaya. Show all posts
Showing posts with label Edukasi-Budaya. Show all posts

Tuesday, November 20, 2018

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai
Pulau Sumsum yang juga dikenal menjadi Pulau Zum-zum mempunyai nilai riwayat yang tinggi pada saat Perang Dunia II yaitu jadi markas serta tempat peristirahatan Jenderal Douglas Mac. Arthur yang disebut pemimpin pasukan sekutu untuk lokasi Asia Pasifik hingga Pulau Sumsum seringkali dimaksud sebagai "Mac. Arthur Island". Anda akan kagum dengan keindahan Pulau Sumsum yang dipenuhi pantai pasir putih berkerikil serta air laut di tempat ini sejernih kristal. Alamnya yang masih tetap asri membuat Anda tergoda untuk menelusuri pulau kecil ini. Pulau Sumsum ialah satu wisata kabupaten Pulau Morotai, Propinsi Maluku Utara.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto wikipedia
Pulau Sumsum begitu dekat dari Daruba yang disebut Ibukota Kab. Pulau Morotai, jaraknya cuma seputar 8 km dengan memakai speed boat, lama perjalanannya seputar 20 menit. Beberapa hal yang bisa Anda dapatkan di Pulau Sumsum seperti berikut: 
1. Di pulau ini ada puing-puing rumah sisa rumah Mac. Arthur. 
2. Anda bisa dapatkan gua pusat komando serta tempat pendaratan tank amfibi. Gua itu ikut adalah tempat persembunyian Jenderal Mac Arthur. 
3. Di bibir pantai Sumsum masih tetap bisa didapati sisa helipad.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai

4. Monumen Mac Arthur untuk kembali kenang jenderal itu waktu memberi perintah untuk mengebom Hiroshima serta Nagasaki dan sekaligus juga Mengenal Peripheral Komputer di tempat ini menjadi tempat persembunyian Amerika waktu Perang Dunia II berada di pulau ini.

Pulau Sumsum - Wisata Pulau Morotai


Thursday, July 9, 2015

Air Kaca - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Air Kaca - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Air Kaca pada masa Perang Dunia II merupakan sumber mata air yang vital bagi pasukan AS. Mata air ini juga sering digunakan Jenderal Mac Arthur untuk mandi dan konon ketika Mac Arthur mandi di tempat ini, dia dapat melihat ramalan dalam berperang nanti. Wisata Air Kaca adalah salah satu objek wisata yang dapat Anda temukan di Kab. Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Air Kaca sebenarnya merupakan sungai bawah tanah yang muncul di permukaan tanah. Disebut Air Kaca karena mata airnya sangat bening, bila sebuah jarum dijatuhkan maka kita bisa melihat jarum tersebut di dalam air. Namun, saat ini airnya tidak sejernih dulu. Air Kaca ini biasanya dimanfaatkan sebagai sumber air minum, tempat mandi dan beristirahat Jenderal Mac Arthur beserta perwira lainnya sehingga disterilkan oleh tentara sekutu dari jangkauan masyarakat setempat.

Sumber Air Kaca mengalir ke pantai Transmeter yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi Air Kaca. Sebagian besar warga Pulau Morotai secara turun-menurun menyakini Air Kaca ada penunggunya yang gaib. Warga mengatakan ada satu wanita dan satu laki-lagi, namun mereka tidak mengganggu. Air Kaca juga dipercayai membawa berkah, warga percaya jika ada yang tidak punya keturunan bisa mengambil airnya untuk diminum. Selain itu, dapat mengobati berbagai penyakit tergantung bagaimana Anda punya niat untuk memintanya. Jika ingin yang lebih besar maka harus bersemedi terlebih dahulu. Itulah mistis Air Kaca yang masih dipercaya hingga saat ini.

Air Kaca berada di Wamama, sangat dekat dengan pusat Kota Daruba, dengan perjalanan sekitar 5 menit anda sudah bisa sampai ke lokasi wisata dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sebuah papan dengan tulisan objek wisata “Air Kaca” akan menjadi petunjuk bahwa Anda telah tiba di lokasi. Dari papan tulisan tersebut ke lokasi Air Kaca hanya sekitar 50 meter. Wisata Air Kaca sangat dekat dengan Wisata sejarah lainnya di Pulau Morotai yakni Landasan Pitu yang jaraknya hanya 1 km.

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Teuro Nakamura adalah salah satu sejarah yang sangat menarik di Pulau Morotai, provinsi Maluku Utara. Nakamura adalah prajurit Jepang yang paling terakhir dan menyerah pada akhir tahun 1974. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai mendirikan Monumen Teruo Nakamura untuk mengenang sejarah dimana Pulau Morotai dulu memiliki peran strategis sebagai salah satu basis pada Perang Dunia II.

Cerita ini dimulai dari pasukan Jepang yang menguasai Pulau Morotai dengan kekuatan sebanyak satu batalyon atau sekitar 1000 orang personel. Namun, Pasukan Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat dan Australia mengirimkan sembilan divisi atau sekitar 90 ribu pasukan untuk merebut pulau itu dari Jepang pada 1944. Pasukan Jepang kewalahan dan beberapa berhasil lari bersembunyi, salah satunya adalah Teuro Nakamura. Pada umumnya, prajurit Jepang yang bersembunyi itu tak mau menyerah oleh pihak sekutu. 

Nakamura berasal dari penduduk asli Taiwan dan saat itu Taiwan menjadi koloni Jepang. Lahir pada tahun 1919, ia terkena wajib militer dan dimasukkan ke dalam sebuah Unit Sukarela Takasago dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang pada bulan November 1943. Ia ditempatkan di Pulau Morotai di Indonesia tak lama sebelum pulau tersebut ditaklukkan oleh Sekutu pada bulan September 1944 dalam Pertempuran Morotai. Ia dinyatakan tewas pada bulan Maret 1945. 

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Sejarah ditemukannya Prajurit Teuro Nakamura
Ada seorang warga Desa Pilowo yang bernama Baicoli, bersahabat dengan Nakamura selama puluhan tahun. Baicoli bertemu Nakamura saat sedang berburu babi hutan. Dari pertemuan itu, mereka bersahabat. Baicoli sering mengunjungi Nakamura di tempat persembunyiannya untuk membawakan bahan-bahan makanan yang dibutuhkan seperti gula, garam, atau teh. Hingga pada akhirnya Baicoli merasa akan meninggal pada waktu itu, dia memberikan wasiatnya kepada anaknya, Luther Goge, untuk melanjutkan persahabatan dengan Nakamura dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkannya. Luther kemudian dikenalkan oleh ayahnya dan kemudian melanjutkan persahabatannya itu.

Namun, Luther pada tahun 1974, mulai merasakan hidupnya tak akan lama lagi. Ia mulai khawatir dengan keadaan Nakamura. Luther tak memiliki anak yang akan melanjutkan hubungannya dengan Nakamura. Pada akhirnya ia melaporkan tentang persahabatannya itu kepada Kapolsek Pulau Morotai, Kapten Lawalata tentang adanya prajurit Jepang yang bersembunyi di hutan.

Pada awalnya, Kapten Lawalata selaku kapolsek belum meyakini laporan dari Luther Goge itu. Sehingga, ia melaporkan hal tersebut kepada Komandan Pangkalan Udara TNI AU di Pulau Morotai, Kapten Supardi. Kapten Supardi akhirnya memutuskan untuk menjemput Nakamura. Sebuah tim penjemput beranggotakan sebanyak 20 orang disiapkan dan Supardi memimpin penjemputan itu.

Pada tanggal 18 Desember 1974 tim berangkat dari pusat kota Pulau Morotai ke kawasan hutan di Desa Pilowo, tempat persembunyian Nakamura. Saat menjelang malam, mereka pun mendirikan tenda dan bermalam. Ada seorang anggota dari tim tersebut bernama Sersan Mayor Hanz Anthony yang fasih berbahasa Jepang. Ia kemudian merancang skenario penangkapan Nakamura. Ia mengajarkan lagu Kimigayo, lagu kebangsaan Jepang kepada seluruh tim. Tim penjemput pun menghapalkannya. Selain lagu, tim juga membawa foto Presiden Soeharto beserta bendera merah putih dan foto Perdana Menteri Jepang pada waktu itu Kakuei Tanaka beserta bendera matahari Jepang. Skenarionya adalah, saat Nakamura muncul, maka tim penjemput menyanyikan lagu kebangsaan Jepang dan mengibarkan bendera Jepang dan merah putih serta menunjukkan foto Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Kakuei Tanaka.

Pada tanggal 19 Desember 1974 pagi hari, tim penjemput kembali bergerak mencari Nakamura. Setelah beberapa saat berjalan, tim menemukan gubuk persembunyian Nakamura. Pada waktu ditemukan, Nakamura sedang tidak ada di tempat. Tim penjemput pun kemudian bersembunyi. Saat Nakamura kembali, tim kemudian mengepung gubuk itu. Nakamura terkejut dan raut wajahnya terlihat sangat tegang dan berusaha masuk ke dalam gubuk. Sesuai sekenario, tim menyanyikan lagu Kimigayo dan mengibarkan foto serta bendera. Mendengar itu, Nakamura langsung berdiri tegak dan dalam keadaan siap. Saat itulah, Sersan Mayor Hanz Anthony menyergap Nakamura. Tim kemudian menodongkan senjata ke arah Nakamura dan menyuruhnya angkat tangan. Pada saat itu juga Nakamura menyerah kepada Pasukan TNI AU. Sersan Mayor Hanz Anthony kemudian berbicara kepada Nakamura dalam bahasa Jepang. Hanz menginformasikan bahwa perang telah usai sejak 29 tahun lalu. Jepang, sebagai negara yang dibela Nakamura juga kalah dalam perang tersebut oleh sekutu. Hanz juga menginformasikan bahwa Pulau Morotai saat ini adalah daerah merdeka dan bergabung dengan negara yang bernama Indonesia. Hanz pun menunjukkan foto Presiden Soeharto sebagai kepala negara Indonesai saat ini. Tak lupa, Hanz juga menunjukkan foto Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka sebagai kepala pemerintahan Jepang.

Kehidupan Teuro Nakamura selama 30 tahun bersembunyi di hutan
Kondisi Nakamura saat ditemukan hanya memakai baju yang terbuat dari karung goni. Tubuhnya tinggi besar dan terawat. Kulitnya putih. Tim kemudian masuk ke dalam gubuk Nakamura. Gubuk itu hanya seluas 2 x 2 meter. Terbuat dari kayu dan beratap rumbia. Di dalam gubuk, terdapat tumpukan kayu yang sudah melengkung. Kayu itu melengkung karena dijadikan tempat tidur Nakamura. Selain itu, berdasarkan cerita Serma Hanz Anthony yang bisa berbicara dengan Nakamura dalam bahasa Jepang, Nakamura menggunakan itu untuk membakar dirinya sendiri, jika suatu saat ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Di langit-langit gubuknya, ditemukan satu buah senjata yang disimpan Nakamura. Senjata itu ia rawat sejak masa perang, 30 tahun sebelumnya. Di lantai yang terbuat dari tanah itu, ditemukan 14 peluru aktif. Di dalam rumahnya juga terdapat satu botol besar yang berisi minyak babi. Digunakan Nakamura untuk merawat senjatanya dan untuk bumbu makanan. Di kompleks gubuk itu, Nakamura menanam berbagai macam tanaman. Ia menanam jenis umbi-umbian seperti ubi dan singkong. Ia membangun pagar terbuat dari kayu untuk mengelilingi gubug dan pekarangannya itu.

Monumen Teruo Nakamura - Wisata Sejarah Pulau Morotai

Setelah ditangkap, Nakamura diberikan baju seragam oleh TNI AU. Tanpa diikat atau diborgol, Nakamura dibawa oleh tim ke pangkalan TNI AU melalui jalur laut menggunakan speedboatNakamura yang sudah 30 tahun bersembunyi tidak berinteraksi dengan peradaban, terlihat bingung saat melihat keramaian. Ia kemudian dibawa ke pangkalan TNI AU dan dirawat di sana untuk dicek kesehatannya. Menurut keterangan dokter keadaan Nakamura baik-baik saja. Sersan Mayor Hanz Anthony menjelaskan Nakamura bersembunyi di dalam hutan karena menyangka Pulau Morotai masih dikuasai oleh Pasukan Sekutu. Apalagi, di Pulau Morotai terdapat Pangkalan TNI AU, sering dikunjungi oleh pesawat Hercules. Nakamura menyangka itu adalah pesawat Pasukan Sekutu. Sehingga saat ada pesawat Hercules TNI AU, Nakamura bersembunyi dan merunduk di hutan.

Pada akhirnya Nakamura dijemput oleh Kepala Staf Angkatan Udara waktu itu, Marsekal Saleh Basarah dari Jakarta dengan pesawat Hercules. Setelah Nakamura di bawa ke Jakarta, ia diserahkan ke Kedutaan Besar Jepang. Pada awalnya, Nakamura ingin dikembalikan ke Jepang. Namun, ia terhalang masalah administrasi. Karena, ternyata diketahui bahwa Nakamura hanya seorang pasukan sukarela atau wajib militer pasukan Jepang dari Taiwan. Nakamura akhirnya dibawa ke Taiwan. 

Wednesday, July 8, 2015

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai

Pulau Ngelengele adalah pulau menarik lainnya yang dapat Anda kunjungi di kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Anda bisa melihat kehidupan nelayan melakukan pembudidayaan ikan dan mutiara. Pulau Ngelengele terbagi dua yaitu Pulau Ngelengele Besar dan Pulau Ngelengele Kecil.

Di Pulau Ngelengele Anda dapat melihat barisan tong yang terikat kuat, terapung dengan teratur di bibir pantai yang merupakan tempat untuk budidaya ikan kerapu. Bagi Anda yang tertarik dengan pengetahuan di dunia perikanan, tentunya tempat ini layak untuk dikunjungi karena Anda bisa melihat bagaimana caranya nelayan disini membudidayakan ikan tersebut, Anda dapat menanyakan mereka mengenai cara pemilihan bibit ikan atau pemilahan makanan untuk ikan.

Pulau Ngelengele - Wisata Pulau Morotai
Sumber: Foto McBill Abdul Aziz
Selain itu, Anda dapat melihat budidaya mutiara di tempat ini. Hasil budidaya tiram mutiara yang dikelola oleh investor sudah diekspor ke berbagai negara. Mutiara Ngelengele juga dimanfaatkan masyarakat setempat untuk dijadikan berbagai macam aksesoris yang unik dan mewah seperti gelang, cincin, atau rangkaian kalung mutiara. Tentunya Anda dapat membeli disini untuk dijadikan oleh-oleh bagi orang yang Anda kasihi. 

Selain itu, Ngelengele juga memiliki cemilan favorit yakni buah Amo atau dikenal buah Sukun di Jawa. Masyarakat setempat biasanya mengolah buah ini menjadi berbagai macam kudapan. Amo dapat digoreng dalam minyak panas, dimasak, atau diolah menjadi kuah bersantan. Selain itu dapat dinikmati menjadi keripik dengan olesan gula nan lezat.

Pulau Ngelengele juga memiliki hamparan pasir pantai putih yang halus dan memiliki landscape yang indah. Sangat cocok Anda menjelajahi keindahan pulau ini. Pulau Ngelengele dapat diakses dengan menyewa speedboat dari Kota Daruba, Pulau Morotai. Lama perjalanannya ke Pulau Ngelengele besar adalah sekitar 45 menit, sedangkan ke Pulau Ngelengele kecil adalah sekitar 30 menit.

Monday, July 6, 2015

Benteng De Verwacthing - Wisata Sejarah Kepulauan Sula

Benteng De Verwacthing - Wisata Sejarah Kepulauan Sula

Benteng De Verwacthing adalah salah satu wisata sejarah yang patut Anda kunjungi saat Anda berada di Kepulauan Sula. Benteng ini berada di kelurahan Sanana, kecamatan Sanana Utara, Pulau Sulabesi, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Benteng ini berada tepat di depan pelabuhan Sanana yang berada di pusat kota. 

Benteng De Verwacthing memiliki luas 2.750 meter persegi dengan 4 bastion dan 2 menara pengintai. Tinggi dinding benteng kurang lebih 4 meter. Terdapat dua bangunan penunjang yang ada di dalam benteng tersebut yang saat ini digunakan sebagai Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula. Kondisi benteng saat ini sudah direnovasi dan hasilnya seperti yang dapat Anda lihat di foto dibawah ini. 

Benteng De Verwacthing - Wisata Sejarah Kepulauan Sula
Sumber: Foto Kekunaan
Sejarah
Pada tahun 1623, warga Ternate diperkirakan membangun satu benteng kecil yang dikenal dengan nama Het Klaverblad. Namun, baru pada tahun 1688 ada catatan sejarah tentang benteng Het Klaverblad yang letaknya di Kepulauan Sulu, tepatnya di Pulau Sanana.

Kemudian pada 24 Desember 1736, yaitu masa pemerintahan Amir Iskandar Zulkarnain Saifuddin (1714-1751), benteng kecil Het Klaverblad diperbaharui dan kemudian diberi nama De Verwachting. Amir Iskandar Zulkarnain Saifuddin – putra tertua Rotterdam dari istri keempatnya, Sayira – adalah Sultan Ternate ke-14. Amir Iskandar Zulkarnain Saifuddin lahir di Ternate pada 1680 dan lebih dikenal dengan nama Raja Laut, yang diberikan ayahnya. Ia juga dikenal dengan nama Kaicil Sehe.

Pemugaran benteng tersebut berada di bawah pengawasan seorang opsir VOC, Victor Moll. Pemugaran ini memanfaatkan tenaga orang-orang Ternate, yang kemudian mereka memahat dinding benteng tersebut dengan hiasan-hiasan bercirikan khas Ternate.

Tulisan-tulisan pada gerbang dan dinding benteng juga dalam bahasa Melayu. Pada tahun 1790-an, catatan sejarah VOC di akhir abad ke-18 menyebut benteng ini sebagai benteng Alting, menurut nama seorang wali VOC yang memegang tampuk pimpinan antara 1780-1797.

Thursday, July 2, 2015

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Meriam dan Bunker peninggalan Jepang pada saat Perang Dunia II dapat Anda temukan di Desa Hatetabako, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Benda bersejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi.

Anda dapat melihat moncong meriam yang dengan sengaja telah dirusaki oleh pasukan sekutu dengan cara meledakkan granat di moncong meriam. Kawasan ini di bombardir oleh pasukan sekutu di bulan November hingga Desember 1944.

Bunker Jepang dapat Anda temukan sekitar 50 meter dari pesisir pantai Desa Hatetabako. Bangunan ini memiliki struktur beton dan kerangka besi terdapat empat pintu dan dua ruangan, masing-masing ruangannya dihubungkan dengan lorong-lorong panjang. Bangunan ini dibangun oleh pasukan Jepang pada tahun 1943 untuk menghalau serangan udara dan laut pasukan sekutu yang bermarkas di pulau Morotai. Namun pada tahun 1944 pasukan Jepang dikalahkan oleh sekutu pada perang Pasifik. 

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur
Sumber: Foto Tutu Maluleo

Anda juga dapat menemukan bunker yang terdiri dari 20 pintu yang menjadi tempat persembunyian tentara Jepang. Bunker tersebut terbuat dari tanah liat dan dipahat dengan sempurna. Dari satu pintu ke pintu lain saling berhubungan.

Meriam dan Bunker Jepang - Wisata Sejarah Halmahera Timur

Selain melihat benda bersejarah, tentunya Anda bisa bersantai di tepi pantai tersebut yang merupakan hamparan pasir putih halus dengan laut yang jernih menjadi tempat yang sangat cocok untuk menikmati pemandangan yang indah dan bermain air. Desa ini jaraknya sekitar 30 km dari Desa Subaim di Kecamatan Wasile. Kondisi jalan belum aspal namun masih bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, waktu kunjungan yang terbaik adalah pada saat musim kemarau.

Popular Posts

Recent Posts

Categories

Blog Archive

About Me

Rumahmpo Situs Judi Mpo Slot Deposit Via Dana Online 24 Jam Terbaru 2022. Rumahmpo Situs Judi Slot Online Mpo Deposit Via Dana Termurah Di Indonesia, Dengan Permainan Demo Provider Pragmatic Play Gacor Hari ini Mudah Menang Jackpot Maxwin